Sudut pandang bahwa pendidikan modern merupakan "scam" (penipuan) atau sekadar pabrik untuk mencetak "budak kapitalis" sebenarnya bukan hal baru. Kritik radikal ini telah dibahas oleh banyak sosiolog, filsuf, dan pemikir ekonomi politik selama lebih dari satu abad.
Banyak pemikir berargumen bahwa sekolah memiliki hidden
curriculum (kurikulum tersembunyi). Sekolah tidak hanya mengajarkan matematika
atau sejarah, tetapi secara halus melatih siswa untuk patuh pada hierarki.
Kepatuhan pada Bel: Jadwal yang diatur oleh bel sangat mirip dengan sistem sif di pabrik.
Standarisasi: Siswa dipaksa seragam dalam berpikir. Kreativitas yang terlalu liar sering kali dianggap sebagai pelanggaran atau keanehan. Ini dinilai sengaja dibentuk agar kelak mereka menjadi pekerja yang patuh dan mudah diatur oleh pemilik modal (kapitalis).
Dalam bukunya yang terkenal, Deschooling Society (1971),
filsuf Ivan Illich secara terang-terangan mengkritik institusi pendidikan
modern. Menurutnya, sekolah telah mengalami komodifikasi.
Dalam studi sosiologi marxis modern, Samuel Bowles dan
Herbert Gintis (1976) menulis buku berjudul Schooling in Capitalist America.
Mereka memperkenalkan Prinsip Korespondensi, yang menyatakan bahwa struktur di
dalam sekolah mencerminkan (berkorespondensi dengan) struktur di tempat kerja
kapitalis.
Di era modern, terutama di negara-negara barat (dan mulai
bergeser ke skema komersialisasi kampus di Indonesia), pendidikan tinggi
dianggap sebagai penipuan finansial.
Dari perspektif literasi keuangan, penulis buku Rich Dad
Poor Dad, Robert Kiyosaki, sering melontarkan kritik keras bahwa sekolah formal
adalah jebakan. Menurutnya, sekolah sengaja dirancang untuk menciptakan pegawai
(buruh/karyawan) dan bukan pemilik bisnis atau investor. Sekolah mengajarkan
orang untuk "bekerja demi uang" bukan "membuat uang bekerja
untuk mereka."
Kesimpulan Intisari Kritik:
Pihak yang setuju dengan narasi ini melihat bahwa institusi pendidikan telah bergeser dari tempat untuk memanusiakan manusia (mencari kebenaran dan kebijaksanaan) menjadi alat pencatat dan penyaring tenaga kerja (labor-screening tool) yang efisien bagi para pemilik modal.