5/27/2026

Selamat Idul Adha 1447 H

 


SDN CADASLEUEUR MENGUCAPKAN "Selamat Hari Raya Idul Adha! Ingat, yang dikorbankan itu sapi atau kambing, bukan perasaan ya. Dan yang dibakar itu sate, bukan kenangan masa lalu. Selamat makan-makan enak!"

5/13/2026

SDN Cadasleueur Berjaya di Ajang OTRAD 2026, Sabet Juara Sumpitan dan Dagongan


NANGGUNG – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh siswa-siswi SDN Cadasleueur dalam ajang Lomba Olahraga Tradisional (OTRAD) tingkat Kecamatan Nanggung yang digelar pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung sengit tersebut, SDN Cadasleueur berhasil membawa pulang dua trofi sekaligus.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Kecamatan Nanggung ini merupakan agenda tahunan untuk melestarikan budaya bangsa melalui olahraga. Tercatat, sebanyak 40 Sekolah Dasar di seluruh wilayah Kecamatan Nanggung turut berpartisipasi mengirimkan atlet-atlet terbaik mereka.


Dominasi di Cabang Sumpitan


Kejutan manis datang dari cabang olahraga Sumpitan, di mana perwakilan dari SDN Cadasleueur yaitu Aqil shirooj, Azril Sapalah, dan Dwi Cantika Putri berhasil tampil konsentrasi dan akurat. Berkat ketenangan dan latihan yang disiplin, mereka sukses mengungguli puluhan sekolah lainnya dan berhak menyandang gelar Juara 1

Perjuangan Tangguh di Dagongan

Tak hanya di cabang Sumpitan, tim putra SDN Cadasleueur juga menunjukkan kekuatan fisik dan kekompakan yang luar biasa di cabang Dagongan Putra. Setelah melewati beberapa babak penyisihan yang melelahkan, tim ini yang terdiri dari Akbar Pratama, Zaini Akmal, Riki Awaludi, Raden Prabu, Rasya Virzha, dan Akil Habib akhirnya berhasil mengamankan posisi sebagai Juara 3.



"Ini adalah hasil kerja keras anak-anak dan dukungan penuh dari guru serta orang tua. Bersaing dengan 40 sekolah lainnya tentu tidak mudah, namun semangat anak-anak terbukti mampu membuahkan hasil," ujar  Bu Yeni, salah satu perwakilan guru SDN Cadasleueur di lokasi kegiatan.


Pihak BAPOPSI Kecamatan Nanggung berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan olahraga tradisional Indonesia agar tidak tergerus oleh zaman.

Dengan keberhasilan ini, SDN Cadasleueur membuktikan bahwa sekolah mereka memiliki potensi besar dalam bidang olahraga non-akademik, sekaligus mempererat sportivitas antar-pelajar se-Kecamatan Nanggung.



5/09/2026

Berita Duka

 


Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Telah berpulang ke rahmatullah Kepala SDN Malasari 5 pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 di RSUD Leuwiliang setelah sekian lama menjalani perawatan akibat penyakit gagal ginjal dan kanker darah.

Almarhum dikenal sebagai sosok pendidik dan kepala sekolah yang berdedikasi, penuh tanggung jawab, dan memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan serta lingkungan sekolah.

Jenazah telah diberangkatkan ke Bandung untuk dimakamkan di lingkungan keluarga.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Aamiin ya rabbal ‘alamin.

5/03/2026

Hardiknas: Antara Seremonial dan Realita Pendidikan yang Tertinggal


Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Spanduk dan banner terbentang di berbagai kantor instansi pendidikan dan sekolah. slogan-slogan inspiratif memenuhi media sosial, dan upacara seremonial digelar dengan penuh khidmat. Namun di balik kemeriahan simbolik tersebut, muncul pertanyaan yang sulit diabaikan: apakah peringatan ini benar-benar mencerminkan kemajuan pendidikan yang nyata?

Fenomena Hardiknas yang lebih ramai dengan banner dan slogan seolah menjadi rutinitas tahunan tanpa refleksi mendalam. Kata-kata seperti “Merdeka Belajar” atau “Pendidikan Berkualitas untuk Semua” terdengar indah, tetapi sering kali berhenti sebagai jargon tanpa implementasi yang konsisten di lapangan. Realitas di berbagai daerah menunjukkan bahwa kesenjangan akses pendidikan masih lebar, kualitas tenaga pengajar belum merata, dan fasilitas pendidikan di banyak sekolah masih jauh dari layak.

Di wilayah terpencil, masih banyak sekolah yang kekurangan guru, buku, bahkan bangunan yang aman. Sementara itu, di perkotaan, tantangan bergeser ke arah kualitas pembelajaran dan tekanan akademik yang tinggi. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan belum mampu memberikan solusi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Lebih dari itu, capaian pendidikan Indonesia dalam berbagai indikator global juga belum menunjukkan lonjakan signifikan. Literasi dan numerasi siswa masih menjadi pekerjaan rumah besar. Banyak lulusan yang belum siap menghadapi dunia kerja, mencerminkan adanya kesenjangan antara kurikulum dan kebutuhan nyata.

Hardiknas seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan sekadar perayaan. Pemerintah, pendidik, dan masyarakat perlu menjadikan hari ini sebagai titik refleksi: apa yang sudah berhasil, dan apa yang masih perlu diperbaiki. Tanpa evaluasi yang jujur, Hardiknas hanya akan menjadi simbol kosong yang kehilangan makna substansialnya.

Perubahan nyata membutuhkan lebih dari sekadar slogan. Dibutuhkan kebijakan yang berkelanjutan, distribusi sumber daya yang adil, serta komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Tanpa itu, Hardiknas akan terus berulang sebagai seremoni tahunan—meriah di permukaan, namun minim dampak di akar permasalahan.

Sudah saatnya kita mengubah cara memaknai Hardiknas: dari sekadar perayaan menjadi gerakan nyata untuk memperbaiki pendidikan Indonesia.

5/02/2026

Hardiknas: Meriah Twibbon, Sepi Perubahan Nyata



Setiap tanggal 2 Mei, linimasa media sosial di Indonesia dipenuhi warna-warni peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Twibbon bertebaran, slogan penuh semangat digaungkan, dan ucapan-ucapan inspiratif dibagikan tanpa henti. Namun di balik kemeriahan digital itu, muncul pertanyaan yang semakin relevan: apakah perayaan ini benar-benar mencerminkan kemajuan pendidikan yang nyata?

Fenomena “seremonial digital” ini menunjukkan adanya pergeseran cara masyarakat memaknai peringatan nasional. Partisipasi kini lebih banyak diwujudkan dalam bentuk simbolik—mengganti foto profil, membagikan kutipan, atau mengikuti kampanye daring. Aktivitas tersebut memang menciptakan kesan keterlibatan kolektif, tetapi sering kali berhenti di permukaan. Pendidikan, yang seharusnya menjadi fondasi pembangunan bangsa, justru tereduksi menjadi tren tahunan.

Ironisnya, berbagai persoalan mendasar dalam dunia pendidikan masih belum terselesaikan secara signifikan. Ketimpangan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pelosok masih terasa nyata. Kualitas pengajaran belum merata, kesejahteraan guru masih menjadi isu berulang, dan kurikulum sering kali berubah tanpa diikuti kesiapan yang memadai di lapangan. Sementara itu, kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia dalam berbagai studi internasional masih menunjukkan tantangan besar.

Hardiknas seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar perayaan. Ini adalah waktu untuk mengevaluasi: sejauh mana sistem pendidikan kita telah berkembang? Apakah kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas belajar siswa? Ataukah kita hanya sibuk merayakan simbol tanpa substansi?

Kritik terhadap budaya twibbon dan slogan bukan berarti menolak partisipasi publik. Justru sebaliknya, partisipasi itu perlu diarahkan ke hal yang lebih bermakna. Misalnya, dengan mendorong diskusi kritis tentang kebijakan pendidikan, berbagi praktik baik di dunia pengajaran, atau bahkan terlibat langsung dalam kegiatan yang mendukung pembelajaran di lingkungan sekitar.

Perubahan nyata dalam pendidikan tidak datang dari unggahan sesaat, melainkan dari komitmen jangka panjang. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat luas. Tanpa itu, Hardiknas hanya akan menjadi rutinitas tahunan yang ramai di permukaan, namun hampa di kedalaman.

Pada akhirnya, peringatan ini seharusnya mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan sekadar tema untuk dirayakan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diperjuangkan setiap hari. Twibbon bisa menjadi simbol, tetapi perubahan nyata adalah tujuan yang sesungguhnya.

SDN Cadasleueur Sukses Gelar TKA Jenjang SD Tahun 2026



Bogor, 23 April 2026 — SDN Cadasleueur melaksanakan kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar tahun 2026 dengan lancar dan tertib. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis, tanggal 22–23 April 2026, bertempat di lingkungan SDN Cadasleueur.

Sebanyak 46 siswa kelas VI mengikuti pelaksanaan TKA tahun ini. Untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, serta kelancaran proses ujian, peserta dibagi ke dalam dua sesi. Masing-masing sesi diikuti oleh 23 siswa, sehingga pelaksanaan dapat berjalan lebih kondusif dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh siswa mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dan disiplin. Panitia dan pengawas juga menjalankan tugasnya secara profesional, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan standar operasional.

Kepala SDN Cadasleueur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, mulai dari panitia, pengawas, guru, hingga para siswa yang telah menunjukkan sikap tanggung jawab dan integritas selama pelaksanaan TKA.

“Alhamdulillah, pelaksanaan TKA tahun ini berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Ini merupakan hasil kerja sama yang baik dari seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Dengan terlaksananya TKA ini, diharapkan dapat menjadi tolok ukur pencapaian kompetensi siswa kelas VI serta menjadi bekal penting dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. SDN Cadasleueur terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berprestasi.



3/30/2026

Jalin Silaturahmi Usai Ramadhan, SDN Cadasleueur Gelar Halal Bihalal Syawal 1447 H



**Cadasleueur, 30 Maret 2026** – Nuansa kekeluargaan dan kebersamaan tampak begitu kental di lingkungan SDN Cadasleueur pada Senin pagi (30/3/2026). Seluruh civitas akademika, mulai dari para guru, staf tata usaha, hingga para siswa, menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam rangka merayakan bulan Syawal 1447 Hijriah.

 Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini dimulai pukul 07.30 WIB dengan diawali lantunan ayat suci Al-Qur'an dan sambutan hangat dari Kepala Sekolah SDN Cadasleueur, Ibu Hj. Juju Juhaeriah, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa momen halal bihalal bukan sekadar ajang pertemuan rutin, namun menjadi sarana penting untuk saling memaafkan dan menguatkan kembali ikatan batin antara guru, murid, dan orang tua.

 "Bulan Syawal ini adalah momentum yang tepat bagi kita semua untuk kembali ke fitrah. Melalui kegiatan halal bihalal ini, mari kita bersihkan hati, saling memaafkan kesalahan, dan satukan tekad untuk menjadikan SDN Cadasleueur sebagai tempat belajar yang lebih nyaman, berprestasi, dan penuh berkah," ujar Ibu Hj. Juju dalam sambutannya yang disambut dengan antusias oleh para hadirin.

 Acara inti berupa sesi halal bihalal berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan. Dimulai dari para guru dan staf yang saling bersalaman dan memaafkan, kemudian dilanjutkan dengan siswa yang secara bergantian bersalam-salaman dengan para guru. Tak ketinggalan, para orang tua murid yang hadir juga turut serta dalam barisan silaturahmi, menciptakan suasana yang harmonis antara sekolah dan wali murid.

 Salah satu orang tua murid, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, halal bihalal menjadi jembatan komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan keluarga.

 "Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain mempererat silaturahmi antar sesama orang tua murid, kami juga bisa lebih dekat dengan para guru. Ini menjadi bekal yang baik untuk mendukung proses belajar anak-anak ke depannya," ungkapnya.

 Setelah sesi bersalaman, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi dengan hidangan khas lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan aneka kue kering yang disajikan secara sederhana namun meriah. Suasana penuh keceriaan semakin terasa ketika para siswa tampak antusias menikmati hidangan sambil bercengkerama dengan teman-teman dan guru mereka.

 Kegiatan Halal Bihalal Syawal 1447 H ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar setelah libur Idul Fitri. Dengan semangat baru yang bersih dan hati yang saling terhubung, SDN Cadasleueur optimis dapat mewujudkan tahun ajaran yang penuh prestasi dan kebersamaan.

3/11/2026

Pengawas Bina Kecamatan Nanggung Tinjau Gladi Bersih TKA di SDN Cadasleueur

 


Nanggung, 11 Maret 2026 – Pengawas Bina (Wasbin) Sekolah Dasar tingkat Kecamatan Nanggung, Bapak Toyo Hartoyo, S.Pd, melakukan peninjauan sekaligus monitoring pelaksanaan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN Cadasleueur pada Rabu (11/03/2026).

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan seluruh persiapan pelaksanaan TKA di SDN Cadasleueur berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan sarana prasarana, perangkat teknis, hingga kesiapan panitia dan peserta didik. Gladi bersih merupakan tahap penting sebelum pelaksanaan TKA yang sesungguhnya, sehingga segala kemungkinan kendala dapat diantisipasi sejak awal.

Dalam kunjungannya, Bapak Toyo Hartoyo meninjau langsung ruang pelaksanaan ujian, perangkat laptop yang digunakan peserta, serta kesiapan proktor dan teknisi yang bertugas mengelola sistem pelaksanaan tes. Beliau juga berdialog dengan panitia sekolah mengenai mekanisme pelaksanaan TKA serta langkah-langkah yang telah dipersiapkan oleh pihak sekolah.

Kepala SDN Cadasleueur menyampaikan bahwa kegiatan gladi bersih ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan TKA tahun 2026 berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dengan adanya monitoring dari pengawas bina, diharapkan seluruh tahapan persiapan dapat berjalan lebih optimal.

Bapak Toyo Hartoyo, S.Pd dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada pihak sekolah atas kesiapan yang telah dilakukan. Ia juga memberikan beberapa arahan agar pelaksanaan TKA nantinya dapat berjalan dengan baik, tertib, dan tanpa kendala teknis.

“Gladi bersih ini sangat penting untuk memastikan semua perangkat dan prosedur berjalan sebagaimana mestinya. Saya mengapresiasi kesiapan SDN Cadasleueur dalam mempersiapkan pelaksanaan TKA,” ungkapnya.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di SDN Cadasleueur dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan memberikan hasil yang optimal bagi para peserta didik.


3/10/2026

PROGRAM PESANTREN RAMADHAN SDN CADASLEUEUR 1447 H / 2026


 

Dalam rangka meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter peserta didik yang religius, SDN Cadasleueur menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H yang dilaksanakan pada tanggal 9–13 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias serta didampingi oleh guru dan panitia sekolah.

Pesantren Ramadhan merupakan program tahunan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memperdalam pemahaman tentang ajaran agama Islam sekaligus membiasakan diri dalam menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadhan.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta didik mengikuti berbagai aktivitas keagamaan yang edukatif dan menyenangkan. Kegiatan tersebut antara lain tadarus Al-Qur’an, shalat dhuha berjamaah, praktik wudhu dan shalat, ceramah keagamaan, hafalan doa-doa harian, serta pembelajaran tentang akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga diajak untuk meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Kepala SDN Cadasleueur menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan karakter bagi siswa. Melalui kegiatan ini, sekolah ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, disiplin dalam beribadah, serta sikap peduli terhadap lingkungan dan sesama.

Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh kebersamaan, dan semangat religius. Para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias sehingga kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman spiritual yang bermakna bagi seluruh peserta.

Dengan terlaksananya kegiatan Pesantren Ramadhan ini, diharapkan nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari selama kegiatan dapat terus diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

SDN Cadasleueur, Maret 2026
Panitia Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H

2/14/2026

Asah Otak! Siswa SDN Cadasleueur Fokus Hadapi Try Out TKA 2026



NANGGUNG – Transisi dari lapangan olahraga ke ruang kelas dilakukan dengan sigap oleh siswa kelas VI SDN Cadasleueur. Selama dua hari berturut-turut, yakni Jumat (13/2) hingga Sabtu (14/2), mereka mengikuti kegiatan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai langkah awal persiapan menghadapi ujian akhir.


Uji Kesiapan Akademik

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini bertujuan untuk memetakan sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi-materi esensial yang telah dipelajari. Suasana ruang kelas tampak hening dan kondusif, hanya terdengar gesekan pensil di atas kertas saat para siswa bergelut dengan soal-soal Matematika, Bahasa Indonesia, 

Kepala Sekolah SDN Cadasleueur mengungkapkan bahwa simulasi ini sangat penting untuk melatih mental siswa.

"Akademik dan non-akademik harus seimbang. Setelah kemarin mereka berjuang di O2SN, hari ini mereka diuji ketangguhan berpikirnya. Kami ingin anak-anak terbiasa dengan format soal ujian sehingga tidak kaget saat hari H nanti," jelas beliau.

Agenda Dua Hari yang Padat

Pelaksanaan Try Out dibagi menjadi dua sesi utama:

  • Jumat, 13 Februari: Fokus pada pendalaman materi  Matematika.

  • Sabtu, 14 Februari: Fokus pada penguasaan materi B Indonesia

Meskipun terlihat lelah setelah jadwal yang padat sejak tengah minggu, para siswa tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hasil dari Try Out ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi para guru untuk memberikan pendampingan khusus pada materi-materi yang dirasa masih sulit bagi siswa.

Membangun Kepercayaan Diri

Dengan adanya kegiatan ini, SDN Cadasleueur berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara intelektual. Keberhasilan dalam Try Out diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyongsong jenjang pendidikan selanjutnya.



Followers

Kegiatan (43) Berita (31) Galeri (27) Kepsek (8) Artikel (5) Pengawas (4) Pengumuman (4) Tips (4) Pramuka (3)